Sukanto Tanoto Tawarkan Jawaban akan Masa Depan Industri Tekstil Lewat Sateri

Sumber: sateri.com

Sama halnya dengan teknologi, perkembangan dunia fashion semakin tak terbendung. Tren baru terus bermunculan menggantikan tren lama yang tidak lagi relevan dengan selera pasar. Budaya konsumtif terus tumbuh hingga menciptakan bencana baru yang ditandai dengan semakin menumpuknya sampah pakaian di seluruh penjuru dunia. Tidak tinggal diam begitu saja, Sukanto Tanoto dan grup bisnis Royal Golden Eagle (RGE) yang ia pimpin pun menawarkan solusi baru demi industri fashion yang lebih berkelanjutan.

Viscose merupakan sebuah terobosan yang lahir dari visi Sukanto Tanoto akan bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Dibandingkan dengan kain sintetis berbahan dasar plastik, viscose rayon memiliki banyak keunggulan. Sebut saja seperti sifatnya yang lebih mudah terurai. Melalui salah satu unit bisnisnya, Sukanto Tanoto terus mendorong viscose sebagai bahan tekstil masa depan.

Sateri, Pemain Global yang Memimpin Pasar Viscose Dunia

Royal Golden Eagle (RGE) yang dipimpin oleh Sukanto Tanoto memiliki dua unit bisnis yang bergerak dalam industri viscose. Kedua perusahaan tersebut adalah Sateri dan Asia Pacific Rayon (APR). Namun saat bicara tentang produsen viscose terbesar di dunia, predikat tersebut jatuh kepada Sateri.

Unit bisnis Sukanto Tanoto yang satu ini berkantor pusat di Shanghai, Cina dengan pabrik yang tersebar di 3 provinsi seperti Juangxi, Fujian dan Jiangsu. Sedikitnya Sateri memiliki 5 pabrik serat viscose yang kini beroperasi di dataran Cina. Dengan kelima pabrik inilah, Sateri mendapatkan predikat sebagai produsen viscose terbesar di dunia.

Predikat tersebut tidak lepas dari jumlah produksi yang dapat dihasilkan oleh Sateri setiap tahunnya. Dalam satu tahun, sedikitnya Sateri mampu menghasilkan 1,1 juta ton metrik serat viscose.

Area pemasarannya juga meluas ke penjuru dunia. Selain memenuhi kebutuhan pasar Asia, viscose yang diproduksi Sateri juga telah digunakan oleh masyarakat Eropa dan Amerika. Serat viscose yang produksi Sateri juga banyak dijumpai di beberapa produk mulai dari tisu hingga pakaian.

Kualitas dan Keberlanjutan dalam Operasional Produksi

Kualitas berstandar internasional adalah bekal Sateri sebagai pemain global. Standar kualitas seperti ini tidak mungkin bisa dicapai hanya dengan standar operasional yang biasa-biasa saja. Unit bisnis Sukanto Tanoto ini memiliki standar yang sangat ketat dalam operasional produksinya. Namun bukan hanya fokus pada kualitas saja, Sateri juga sangat memperhatikan aspek keberlanjutan.

Perhatian Sateri akan aspek keberlanjutan ditunjukkan mulai dari hal yang paling mendasar, yakni bahan baku. Unit bisnis RGE ini hanya menggunakan bahan baku yang berasal dari sumber-sumber terbarukan dan menghindari eksploitasi hutan alam.

Operasional produksi juga dilakukan dengan memegang prinsip keberlanjutan. Pabrik viscose milik Sateri telah menggunakan teknologi modern dan sistem lingkungan yang komprehensif. Semua itu dilakukan demi memaksimalkan efisiensi dan menekan produksi limbah. Bahkan, sebagian besar air dan bahan kimia yang digunakan dalam proses produksi akan didaur ulang dan digunakan kembali dalam proses produksi.

Standar produksi Sateri yang berorientasi pada kualitas dan keberlanjutan juga diwujudkan dalam bentuk ketaatan perusahaan akan regulasi. Meski dikenal sebagai produsen viscose terbesar di dunia, unit bisnis Sukanto Tanoto ini selalu menjaga kadar emisi gasnya agar berada di bawah standar yang ditentukan oleh pembuat kebijakan.

Sateri juga aktif dalam kegiatan sosial demi membantu memajukan masyarakat sekitar. Sebagai perusahaan besar, unit bisnis Sukanto Tanoto ini mampu memberikan kesempatan kerja untuk banyak orang. Selain itu, Sateri juga aktif dalam mendorong kampanye peduli lingkungan serta ikut berkontribusi dalam memajukan pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *